Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Al Jazari ( Bapak Robotika)

Selasa, 02 April 2024 | April 02, 2024 WIB | 0 Views Last Updated 2024-04-03T03:34:09Z


Razanews, Jakarta,- Al-Jazari dikenal sebagai seorang insinyur ulet yang lebih banyak bekerja berdasar trial-error daripada perhitungan teoritis. Al-Jazari akan selalu dikenang sebagai Bapak Robotika atau peletak gagasan mesin (otomatisasi) modern.

=======

Ismail al-Jazari atau yang mempunyai nama lengkap Abu al-Iz Ibn Ismail ibn al-Razaz al-Jazari lahir dari keluarga Kurdi Persia¹ pada tahun 1136 M di Kota Jazira, Mesopotamia Atas.²

Periode kelahiran al-Jazari sezaman dengan era pemerintahan Prabu Jayabhaya dari Kerajaan Panjalu Kadiri.

Ayah al-Jazari adalah seorang kepala insinyur di Istana Artuklu, Mesopotamia Atas. Pada era ini, Mesopotamia Atas menjadi pengikut (kerajaan bawahan) Dinasti Zengid di Mosul dan kemudian menjadi kerajaan bawahan Dinasti Ayyubiyah.

Beberapa perangkat al-Jazari terinspirasi oleh perangkat penemu sebelumnya, seperti jam air monumentalnya, yang didasarkan pada jam Pseudo-Archimedes. Al-Jazari juga mengutip pengaruh ilmuwan Banu Musa bersaudara untuk air mancurnya, al-Saghani untuk desain jam lilin, dan Hibatullah ibn al-Husayn untuk automata musik.

Al-Jazari selanjutnya menjelaskan perbaikan yang dilakukannya terhadap karya pendahulunya, dan menjelaskan sejumlah perangkat, teknik, dan komponen yang merupakan inovasi orisinal yang tidak muncul dalam karya pendahulunya. Nah, Anda menjadi teringat Thomas Alva Edison? Seperti inilah Edison bekerja, meniru cara kerja al-Jazari, lebih dari 800 tahun setelah al-Jazari.

Pada tahun 1206 M, al-Jazari menerbitkan Buku Pengetahuan Ilmu Mekanik (Kitab fi ma'rifat al-hiyal al-handasiyya). Buku ini berisi deskripsi 50 perangkat mekanis, beserta instruksi tentang cara membuatnya. Karena buku ini pula, Dunia Barat akan mengenangnya sebagai bapak robotika dan teknik otomatisasi modern seperti pembuka posting ini.

Mengapa Saya tegas menyebut Dunia Barat? Karena di dunia para kaum penerusnya -dunia Saya- warisan beliau agak terlupakan dan kurang berkembang. Hanya sedikit penerusnya yang tertarik mengikuti jejaknya sebagai seorang insinyur penemu. Warisan beliau kalah dengan urusan rebutan pegunungan batu tandus dan kalah dengan segala pernik konservatisme abad pertengahan.

Bahkan sebagian kaum penerusnya lebih bangga mengajari anak-anaknya berjuang memasang gambar semangka dan menghabiskan berjam-jam, bermega-megabytes hanya untuk perang omong kosong boikat-boikot daripada belajar ilmu pengetahuan ilmiah untuk menjadi bangsa dan kaum yang kuat secara alamiah di kemudian hari.

Lebih parah lagi, ada sebagian kecil kaumnya di seberang lautan yang lebih tertarik dengan "robot mistika" semacam jaelangkung dan jenglot, bahkan sampai dibuat film, diperdagangkan dan laris manis. Konsep pemikiran yang bergerak mundur bukan?

Apakah kita tidak malu sebagai kaumnya? Kalau Saya malu, meskipun Saya tidak bisa berbuat banyak untuk merangkul kaum Saya yang sebenarnya cerdas ini untuk bersama-sama maju. Yang Saya bisa hanya memberikan dukungan semangat kepada orang-orang yang selalu ingin bergerak maju dalam bidangnya, entah berinovasi untuk gerobak baksonya agar efektif, teknik bertaninya modern dan sukses, bengkelnya maju, dan sebagainya.

Untuk Anda yang ingin bergerak maju, Saya ada di sisi Anda! Selamat pagi, selamat memulai aktivitas dan semoga keselamatan, rahmat Allah yang Mahasuci dan Mahatinggi, serta berkahNya tercurah kepada kita semua.

SH [MinL]

Catatan:
Kalau Anda tidak percaya al-Jazari lebih dikenal di Dunia Barat daripada di Dunia Islam caranya mudah sekali, cukup bandingkan panjang dan rincian konten di Wikipedia mengenai beliau dalam masing-masing bahasa.

1) Wikipedia Bahasa Inggris:
https://en.wikipedia.org/wiki/Ismail_al-Jazari

2) Wikipedia Bahasa Indonesia:
https://id.wikipedia.org/wiki/Al-Jazari

3) Wikipedia Bahasa Melayu (Malaysia):
https://ms.wikipedia.org/wiki/Al-Jazari

Atau bahkan di Wikipedia Bahasa Arab pun juga lebih singkat serta lebih sedikit referensi dan pembahasannya.

Sumber:
1) Meet Ismail al-Jazari, The Ethnically Kurdish Muslim Polymath yang ditayangkan Kurdistan Watch pada 16 Oktober 2023.

2) Kliping: "Islamic Scientific Thought and Muslim Achievements in Science: Papers Presented" yang diterbitkan National Hijra Centenary Committee Pakistan and Organization of Islamic Conference, pada tahun 1983.
(Rz.ajh)
×
Berita Terbaru Update