Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Sade Village, Suku Sasak, Lombok

Jumat, 20 Mei 2022 | Mei 20, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-05-25T09:36:56Z

Sade Traditional Weaving Village atau yang dikenal Desa Sade adalah salah satu desa dengan penduduk asli Pulau Lombok yaitu Suku Sasak. Lokasi desa ini berada di Rembitan, Pujut, Rembitan, Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.
Lombok memang menjadi salah satu tempat yang kaya dengan destinasi wisata. Satu-satunya alasan kenapa orang-orang menyuruh tidak pergi ke Lombok karena khawatir tidak mau lagi meninggalkannya. Tentu saja daerah ini tidak hanya memiliki wisata alam seperti pantai, air terjun, atau gunung, tetapi juga memiliki wisata yang erat dengan sejarah Lombok itu sendiri. Jika berbicara tentang sejarah, Desa Sade adalah jawaban untuk Anda yang ingin tahu sejarah tentang Lombok. Desa Sade sudah terkenal sampai penjuru dunia, lebih dikenal dalam bahasa Inggris yaitu Sade Village.ketika berkunjung di desa adat, pasti di sana ada rumah adat daerah setempat. Rumah warga desa ini merupakan bangunan tradisional yang terbuat dari ijuk atau dari ilalang kering. Sedangkan temboknya terbuat dari anyaman bambu. Lantainya sendiri dibiarkan saja, alias beralaskan tanah, benar-benar tradisional sekali. Rumah-rumah ini merupakan arsitektur khusus dari salah satu suku yang ada di Lombok yaitu Sasak.Suku Sasak memiliki bangunan tradisional yang mirip sebuah kubu namun sedikit berbentuk rumah dengan segitiga di atasnya. Di dalam rumah, biasanya terdapat 3 petak, yaitu bagian depan untuk kamar anak laki-laki dan orang tua, kedua yaitu dapur, digunakan juga untuk umbun dan tempat tidur anak perempuan, serta yang terakhir merupakan ruangan kecil yang digunakan ibu ketika melahirkan.Ketika berkunjung ke desa ini, mungkin Anda tak jarang merasakan perasaan jorok atau jijik, karena biasanya warga biasanya mengepel lantai rumah menggunakan kotoran kerbau atau sapi.

Menurut warga setempat, pengolesan lantai menggunakan kotoran hewan ternak ini dipercaya bisa memberikan kehangatan dan menjauhkan dari serangga-serangga kecil seperti nyamuk. Uniknya, meski diolesi dari kotoran sapi atau kerbau, ketika masuk dalam rumah, tidak tercium bau yang menyengat. Meskipun ada, itu tidak akan membuat Anda harus menutup hidung. Ini menjadi salah satu ke-unikan tersendiri dari Desa Sade.


Tenun khas lombok budaya menjadi bidaya yang sangat menonjol di desa ini. Jadi jangan heran ketika Anda melihat banyak hasil tenun di desa tersebut.

Keunikan lainnya adalah, untuk perkawinan disana tidak dikenal lamaran. Karna disana bila ada yang melamar, merupakan hal yang dianggap meremehkan atau menghina keluarga. Jadi disana dikenal dengan Kawin lari dan Kawin culik. Kawin lari terjadi bila sang calon diajak kawin lari selama 24 jam, maka pihak keluarga akan merestui. Untuk kawin paksa maka calon mempelai wanita dipaksa dan diculik untuk menikah. Dan dengan terpaksa pihak keluarga akan merestuinya.

Demikian keanekaragaman budaya kita, yang patut di ketahui dan di lestarikan.          ( Rz.ajh)

×
Berita Terbaru Update