Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Devide It Impera, Christian Snouck Hurgronje

Minggu, 11 September 2022 | September 11, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-09-12T03:48:17Z

Apa yang membuat Christian Snouck Hurgronje sangat tertarik meneliti tentang kehidupan masyarakat Aceh?

Christian Snouck Hurgronje adalah salah satu sosok penting dalam sejarah kolonial Belanda di Aceh. Saran-sarannya tentang penaklukan Aceh kerap didengar, bahkan sering dimintai pendapatnya, baik melalui surat-surat resmi maupun surat-surat rahasia. Hasilnya dirangkum dalam 11 jilid buku Nasihat-Nasihat C Snouck Hurgronje Semasa Kepegawaiannya Kepada Pemerintah Hindia Belanda 1889-1936.

Pemerintah Kolonial Belanda memberi perhatian khusus Aceh, karena apa yang telah diterapkan lebih dua setengah abad di Hindia Belanda, menjadi sama sekali tak berarti ketika hendak diaplikasikan di Aceh. Perang Belanda dengan Aceh telah membuktikan banyak hal bahwa Aceh memang beda. Untuk memecahkan kebuntuan Belanda di Aceh maka Snouck Hurgronje yang pernah mempelajari Islam di Arab Saudi dimintai saran-saran dan pendapatnya.

Tapi itu juga tidak cukup. Perang Aceh juga kemudian benar-benar telah membuat perbedaan sikap dan kebijakan di kalangan Pemerintah Kolonial Belanda sendiri. Rakyat Aceh yang tidak pernah mau tunduk kepada Belanda, membuat perang tak pernah reda. Taktik dan politik Belanda yang sukses diterapkan di daerah lain di nusantara (Hindia Belanda) tak berarti sama sekali ketida diterapkan di Aceh.

Kegagalan Belanda di Aceh juga dikritik oleh Snouck Hurgronje. Ia menilai politik “Lini Konsentrasi” yang diciptakan oleh Mayor Jendral AWP Weizel, yakni serangkaian benteng di wilayah Aceh Besar yang dihubungkan dengan lori. Sistem ini tidak pernah bisa memaksakan rakyat Aceh untuk menyerah. Bahkan sebaliknya menyerang kembali, sehingga pusat perbentengan yang menghabiskan dana yang besar itu membuat moril pasukan Belanda jatuh.

Pasukan Belanda tidak dibenarkan keluar dari zona lini konsentrasi, tapi hanya menunggu dalam benteng dan tetap bertahan, sehingga menjadi olok-olok pejuang Aceh yang menentang pasukan Belanda itu untuk berperang. Meski politik lini konsentrasi tersebut memunculkan pro kontra di kalangan Belanda sendiri, karir Mayor Jendral AWP Weizel tidak redup, ia kemudian sempat menjabat sebagai Menteri Peperangan dan Jajahan Kerajaan Belanda.

Snouck Hurgronje yang saran-sarannya mulai didengar oleh Pemerintah Hindia Belanda kemudian menyiapkan Letnan Jendral JB Van Heutsz untuk menjadi Gubernur Sipil dan Militer Belanda di Aceh. Usaha Snouck Hurgronje tersebut berhasil dan ia sendiri kemudian menjadi penasehat Van Heutsz dan Pemerintah Hindia Belanda dalam usaha untuk menguasai Aceh. Namun dan beberapa hal keudian terjadi perbedaan pendapat antara Snouck dan Van Heustz, terutama terkait dengan politik kekerasan yang dijalankan Van Heutsz.

Jadi Snouck Hurgronje juga mencoba meraih keuntungan pribadinya terkait masalah Aceh. Snouck Hurgronje dengan segala kontroversinya telah memberi warna dalam sejarah kolonial Hindia Belanda. Meski banyak penulis Belanda lainnya seperti Paul van ‘t Veer yang menilai sesungguhnya Snouck Hurgronje gagal di Aceh. Hal itu bisa dibaca dalam buku De Atjeh-Oorlog karya Paul van ‘t Veer yang diterbitkan pada tahun, 1969 di Amsterdam, Belanda oleh penerbit Uitgeverij De Arbeiderspers.

Penyumbang bahan Iskandar Norman.

Christian Snouck Hurgronje yang menyamar sebagai Abdul Ghafar [Repro: Snouck dan Islam]
×
Berita Terbaru Update