Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

12 MEI 1998

Rabu, 21 Februari 2024 | Februari 21, 2024 WIB | 0 Views Last Updated 2024-02-22T05:16:56Z



Razanews,Jakarta,- INDONESIA...21 th lalu...
Iring-iringan mobil jenazah membawa ribuan jenazah tak teridentifikasi dalam peristiwa Tragedi Mei'98...

Gemetar tanganku menuliskan ini...
Masih tercium anyir darah dan bau sangit tubuh2 yang terpanggang...

Lihat....
Mereka....
Para korban itu orang biasa saja...
Bukan elit politik atau mereka2 yang biasa tampil di layar kaca...

MEREKA PARA KORBAN PROVOKASI...
DAN ORANG2 TAK BERSALAH YG TERJEBAK TAK BISA PULANG DAN KELUAR MALL...

Maukah peristiwa mengerikan ini terulang kembali?

Maukah kita dibakar rasa benci dan ego segelintir orang utk saling melukai???

Mari belajar dari sejarah masa lalu..

MENGINGAT PERISTIWA KELAM 12 MEI 1998...

Massa apabila sudah berkumpul, sulit untuk dikondusifkan.
Satu orang melempar, semua terpancing untuk melempar, satu orang memukul, semua orang terpancing untuk memukul.
Ya engga rakyat, ga aparat, semua akan tersulut.


Akhirnya kalau sudah rusuh, ada yang memancing di air keruh, karena khawatir situasi yang semakin tidak kondusif, massa pun melakukan penjarahan, takut kesulitan bahan makanan, tapi melebar ke penjarahan segala sesuatu.
Dan bukan sampai disitu, semua toko besar dibakar.
Bahkan sama orang-orang yang menjarah di dalamnya sekalian.


Demo yang diklaim penuh kedamaian, siapa yang menjamin akan terus kondusif.
Apalagi sebelumnya sudah jadi bentrokan.
Ana khawatir yang akan demo hari ini, akan jadi ajang balas dendam, dan niat dari rumah sudah ingin membuat kerusuhan.

Wahai saudaraku seiman dan seislam, pulanglah, keamanan adalah nikmat besar yang tidak boleh engkau kufuri, mintalah kepada Allah hak kalian yang didzolimi.
Ingatlah wasiat Nabi ﷺ yang sudah pasti benar dan orang yang paling sayang pada umatnya adalah Rasul kalian, bukan justru ahli syubhat yang tidak bertanggung jawab.




مَنْ كَرِهَ مِنْ أَمِيرِهِ شَيْئًا فَلْيَصْبِرْ، فَإِنَّهُ مَنْ خَرَجَ مِنَ السُّلْطَانِ شِبْرًا مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً 

“Barangsiapa membenci tindakan (kebijakan) yang ada pada penguasanya, hendaklah dia bersabar. Karena siapa saja yang keluar dari (ketaatan) terhadap penguasa (seakan-akan) sejengkal saja, maka dia akan mati sebagaimana matinya orang-orang jahiliyyah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

يَا رَسُوْلَ اللهِ، أَرَأَيْتَ إِنْ قَامَتْ عَلَيْنَا أُمَرَاءُ يَسْأَلُوْنَا حَقَّهُمْ وَيَمْنَعُوْنَ حَقَّنَا فَمَا تَأْمُرُنَا؟ … قَالَ: اسْمَعُوْا وَأَطِيْعُوا فَإِنَّمَا عَلَيْهِمْ مَا حُمِّلُوْا وَعَلَيْكُمْ مَا حُمِّلْتُمْ 



“Wahai Rasulullah, apa pendapatmu jika pemimpin kami adalah pemimpin yang meminta kepada kami hak mereka dan tidak memberikan kepada kami hak kami?”… Beliau menjawab, “Dengar dan taati, sesungguhnya kewajiban mereka apa yang dibebankan kepada mereka dan kewajiban kalian apa yang dibebankan kepada kalian.” (Sahih, HR. Muslim). (Rz.ajh)
×
Berita Terbaru Update